Kerajaan Kuningan berdiri pada tanggal 01 September 1498, dari situlah berdiri kerajaan Kuningan, kerajaan Kuningan terbagi atas kerajaan sebelum datangnya Islam dan sesudah datangnya Islam
Dengan memasuki abad ke 19 tepatnya tanggal 02 Pebruari 1809 Sultan mengangkat jabatan Bupati, Wedana yang berada di daerah Kuningan dan ada beberapa tumenggung yang dibawahi oleh Sultan Kesepuhan, antara lain di Kuningan dan Cikaso.
Dari situlah wilayah tumenggung Cikaso meliputi beberapa Desa di antaranya yaitu Cilowa dan untuk membantu Tumenggung Cikaso dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas – tugasnya di angkatlah seorang Kuwu (kepala Desa) dari Tumenggung Cikaso Yaitu Kuwu JAJAR JEJER sekitar tahun 1820.
Setelahnya Kuwu JAJAR JEJER meninggal dunia maka jabatan Kuwu di pangku oleh Kuwu MELES sekitar Tahun 1848 di sebut Kuwu Meles karena orangnya sangat hitam. Kuwu MELES merupakan putra asli Kelahiran Cilowa dan Keturunan dari Tumenggung Cikaso, dari situlah Cilowa mulai mandiri dan berdiri sendiri menjadi Desa sampai saat ini.
Asal usul Pemakaian Nama Cilowa di ambil dari 2 (dua) kata Ci dan Lowa yang artinya Cai (air) dan lowa adalah Pohon lowa.
Arti kata Cilowa yaitu (Cai Lowa) di karenakan di bawah pohon lowa terdapat sumber mata air yang sangat jernih sekali dan digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Pada saat itu, Konon katanya air tersebut bisa menyembuhkan segala penyakit. Dan sampai saat ini sumber mata air tersebut masih ada dimana lokasinya yaitu di Blok Manis Desa Cilowa Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.